Jumat, 18 Januari 2013

Membaca Peluang di Sebuah Kompetisi


Kali ini saya akan membagikan pengalaman penulis sewaktu mengikuti Mahasiswa Berprestasi Tingkat Fakultas Ekonomi Universitas Jember Tahun 2011.

Motivasi saya mengikuti kompetisi tersebut adalah untuk membawa nama baik jurusan saya sendiri yaitu Manajemen. Selain itu saya juga ingin sekali kalau sebelum lulus kuliah S1, nama saya pernah tertulis di sebuah spanduk yang dipajang di daerah sekitar kampus FE UNEJ. Saya termotivasi pada saat melihat nama 3 besar Mahasiswa Berprestasi Tingkat Fakultas Ekonomi Universitas Jember 2010 yang dipajang di kampus Fakultas Ekonomi. Jadi pada saat melihat 3 nama tersebut, terbersit dalam pikiran saya "Ingin rasanya nama saya masuk dalam 3 besar Mahasiswa Berprestasi Tingkat Fakultas Ekonomi Universitas Jember tahun depan".

Adapun kriteria penilaian dalam kompetisi Mahasiswa Berprestasi ini meliputi:
1. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK);
2. Isi Karya Tulis Ilmiah;
3. Presentasi Karya Tulis Ilmiah dan Sesi Tanya Jawab oleh Juri; dan
4. Kemampuan Berbahasa Inggris.

Judul karya tulis ilmiah saya adalah "Efektivitas PNPM Mandiri dalam Menanggulangi Kemiskinan di Indonesia" dan saya meminta Bu Wiji Utami sebagai dosen pembimbing karya tulis ilmiah saya waktu itu.
Kompetisi yang dilangsungkan pada awal bulan April 2011 ini diikuti oleh 12 peserta: 3 wakil dari Jurusan Akuntansi, 4 wakil dari Jurusan Manajemen, 4 wakil dari Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, dan 1 orang dari D3 Akuntansi. Adapun juri dari kompetisi adalah Pak Aditya Wardhono dari IESP, Bu Isti Fadah dari Manajemen, dan dari Akuntansi diwakili oleh Pak Roziq.

Sebelum kompetisi dimulai, Pak Aditya Wardhono membacakan peraturan dan tata cara presentasi karya tulis ilmiah dan sesi tanya jawab. Presentasi karya tulis ilmiah bisa menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, tetapi untuk sesi tanya jawab seluruh pertanyaan dari ketiga juri akan menggunakan bahasa Inggris dan peserta wajib menjawab pertanyaan tersebut juga dalam bahasa Inggris. Pak Adit mengatakan "If you can present your presentation in English, It will be much better".

Sebelum presentasi dimulai, kedua belas peserta memilih nomor urut untuk mempresentasikan karya tulisnya. Kebetulan saya mendapat nomor urut 11 (sebelas).

Saat kompetisi dimulai dari peserta dengan nomor urut 1 (satu), saya tiba-tiba ingin mempresentasikan karya tulis saya dalam bahasa Inggris karena mengingat kata-kata Pak Aditya Wardhono sebelum kompetisi dimulai. Selain itu saya juga melihat bahwa kesebelas kompetitor saya ini benar-benar mahasiswa yang pintar, memiliki IPK cumlaude, dan memiliki kemampuan komunikasi yang sangat baik. Seingat saya waktu itu, IPK saya tidak masuk lima besar dari kedua belas peserta yang ikut. Saya benar-benar salut dengan kompetitor saya dalam kompetisi ini karena mereka benar-benar mahasiswa yang diandalkan dari setiap jurusan. Kebetulan juga saya sangat kenal sekali dengan mereka dan mengetahui kemampuan mereka.

Sambil menunggu giliran untuk presentasi, saya pun membuka presentasi power point saya dan mencoba untuk menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris karena saya tidak mempersiapkannya sebelumnya. Dengan kemampuan bahasa Inggris yang saya miliki, saya mencoba menerjemahkan presentasi saya ke dalam bahasa Inggris. Saya pun semakin yakin bahwa saya akan mempresentasikan presentasi saya ke dalam bahasa Inggris (nekat benar saya waktu itu).

Dari peserta nomor urut 1 (satu) hingga 10 (sepuluh), tidak ada satu pun peserta yang mempresentasikan karya tulisnya dengan menggunakan bahasa Inggris. Saya pun semakin semangat dan benar-benar yakin untuk mempresentasikan karya tulis saya dengan menggunakan bahasa Inggris, walaupun semakin mendekati giliran maju, saya juga sempat ragu dan tidak mau presentasi dengan menggunakan bahasa Inggris karena benar-benar persiapan kurang dan translate dadakan. Namun rasa nekat saya dan keinginan untuk menang di kompetisi ini yang mengalahkan itu semua.

Akhirnya tibalah giliran saya untuk presentasi. Awal presentasi, jujur saya sangat grogi dan tidak percaya diri, apalagi saat melihat wajah ketiga juri, terutama Pak Aditya Wardhono yang kemampuan bahasa Inggrisnya benar-benar tidak diragukan lagi dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan benar-benar luar biasa. Semua peserta mengatakan hal yang sama bahwa pertanyaan-pertanyaan Pak Aditya Wardhono benar-benar luar biasa dan cukup menyulitkan kita semua untuk menjawabnya. Tapi alhamdulillah saya cukup lancar menjawab pertanyaan ketiga juri saat itu.

Setelah kedua belas peserta tampil, akhirnya kompetisi pun ditutup. Hasil pemenang Juara 1 hingga 3 akan diumumkan satu minggu setelah lomba berlangsung.

Saya pun berjalan pulang menuju kosan setelah lomba ditutup. Dalam perjalanan menuju kosan, saya tiba-tiba mengingat kembali kompetisi yang baru saja ikuti. Ada beberapa point yang saya ambil dari kompetisi tersebut yaitu:
1. Keberanian dan kenekatan saya untuk mempresentasikan karya tulis saya menggunakan bahasa Inggris. Namun keberanian dan kenekatan saya itu juga didasari dengan kemampuan bahasa Inggris saya yang lumayanlah sehingga saya percaya diri untuk mempresentasikan karya tulis saya dengan menggunakan bahasa Inggris. Jadi memang kepercayaan diri akan kemampuan yang kita miliki juga penting untuk membuat kita jauh lebih baik lagi.
2. Kemampuan untuk membaca peluang di suatu kondisi. Seperti yang saya alami di kompetisi ini, saya memanfaatkan peluang untuk mempresentasikan karya tulis dengan menggunakan bahasa Inggris karena tidak ada peserta lainnya yang presentasi dengan menggunakan bahasa Inggris. Peluang ini memungkinkan saya tampil berbeda dengan peserta lainnya, yang mungkin juga dapat meningkatkan point saya di kompetisi ini.

Satu minggu berikutnya saya mendapat telepon dari Bu Endang (Kabag Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi Universitas Jember) saat saya kursus TOEFL di Pusat Bahasa Universitas Jember. Beliau mengabarkan bahwa saya menjadi Juara 2 Mahasiswa Berprestasi Fakultas Ekonomi Universitas Jember 2011. Saya senang sekali saat mendengar kabar tersebut karena perjuangan saya menulis karya tulis ilmiah dan kenekatan saya untuk presentasi karya tulis dengan menggunakan bahasa Inggris akhirnya membuahkan hasil.

Adapun daftar nama 3 besar Pemenang Mahasiswa Berprestasi Tingkat Fakultas Ekonomi Universitas Jember Tahun 2011 adalah sebagai berikut:
1. Muhammad Alwi (S1-Akuntansi), IPK = 3,85
2. Bambang Sutrisno (S1-Manajemen), IPK = 3,67
3. Ririn Wulan P. (S1- IESP), IPK = 3,92

Dari kompetisi ini, saya akhirnya bisa membayar uang sewa kosan saya selama 3 bulan (lumayan bisa meringankan beban orang tua) dan membeli buku Psikotes di Gramedia.Jember. Akhirnya saya pun bisa mewujudkan salah satu keinginan saya agar sebelum lulus, nama saya pernah dipajang di spanduk yang diletakkan di kampus saya sendiri.

Demikian sharing pengalaman yang bisa saya bagikan kepada para pembaca.
Semoga pengalaman saya ini bisa bermanfaat untuk kita semua.

Salam blogger.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar