Kali ini saya akan membagikan pengalaman penulis sewaktu mengikuti Mahasiswa Berprestasi Tingkat Fakultas Ekonomi Universitas Jember Tahun 2011.
Motivasi saya mengikuti kompetisi tersebut adalah untuk membawa nama baik jurusan saya sendiri yaitu Manajemen. Selain itu saya juga ingin sekali kalau sebelum lulus kuliah S1, nama saya pernah tertulis di sebuah spanduk yang dipajang di daerah sekitar kampus FE UNEJ. Saya termotivasi pada saat melihat nama 3 besar Mahasiswa Berprestasi Tingkat Fakultas Ekonomi Universitas Jember 2010 yang dipajang di kampus Fakultas Ekonomi. Jadi pada saat melihat 3 nama tersebut, terbersit dalam pikiran saya "Ingin rasanya nama saya masuk dalam 3 besar Mahasiswa Berprestasi Tingkat Fakultas Ekonomi Universitas Jember tahun depan".
Adapun kriteria penilaian dalam kompetisi Mahasiswa Berprestasi ini meliputi:
1. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK);
2. Isi Karya Tulis Ilmiah;
3. Presentasi Karya Tulis Ilmiah dan Sesi Tanya Jawab oleh Juri; dan
4. Kemampuan Berbahasa Inggris.
Judul
karya tulis ilmiah saya adalah "Efektivitas PNPM Mandiri dalam
Menanggulangi Kemiskinan di Indonesia" dan saya meminta Bu Wiji Utami
sebagai dosen pembimbing karya tulis ilmiah saya waktu itu.
Kompetisi
yang dilangsungkan pada awal bulan April 2011 ini diikuti oleh 12
peserta: 3 wakil dari Jurusan Akuntansi, 4 wakil dari Jurusan Manajemen,
4 wakil dari Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, dan 1 orang
dari D3 Akuntansi. Adapun juri dari kompetisi adalah Pak Aditya Wardhono
dari IESP, Bu Isti Fadah dari Manajemen, dan dari Akuntansi diwakili
oleh Pak Roziq.
Sebelum kompetisi dimulai, Pak Aditya Wardhono
membacakan peraturan dan tata cara presentasi karya tulis ilmiah dan
sesi tanya jawab. Presentasi karya tulis ilmiah bisa menggunakan bahasa
Indonesia atau bahasa Inggris, tetapi untuk sesi tanya jawab seluruh
pertanyaan dari ketiga juri akan menggunakan bahasa Inggris dan peserta
wajib menjawab pertanyaan tersebut juga dalam bahasa Inggris. Pak Adit
mengatakan "If you can present your presentation in English, It will be
much better".
Sebelum presentasi dimulai, kedua belas peserta
memilih nomor urut untuk mempresentasikan karya tulisnya. Kebetulan saya
mendapat nomor urut 11 (sebelas).
Saat kompetisi dimulai dari
peserta dengan nomor urut 1 (satu), saya tiba-tiba ingin
mempresentasikan karya tulis saya dalam bahasa Inggris karena mengingat
kata-kata Pak Aditya Wardhono sebelum kompetisi dimulai. Selain itu saya
juga melihat bahwa kesebelas kompetitor saya ini benar-benar mahasiswa
yang pintar, memiliki IPK cumlaude, dan memiliki kemampuan komunikasi
yang sangat baik. Seingat saya waktu itu, IPK saya tidak masuk lima
besar dari kedua belas peserta yang ikut. Saya benar-benar salut dengan
kompetitor saya dalam kompetisi ini karena mereka benar-benar mahasiswa
yang diandalkan dari setiap jurusan. Kebetulan juga saya sangat kenal
sekali dengan mereka dan mengetahui kemampuan mereka.
Sambil
menunggu giliran untuk presentasi, saya pun membuka presentasi power
point saya dan mencoba untuk menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris
karena saya tidak mempersiapkannya sebelumnya. Dengan kemampuan bahasa
Inggris yang saya miliki, saya mencoba menerjemahkan presentasi saya ke
dalam bahasa Inggris. Saya pun semakin yakin bahwa saya akan
mempresentasikan presentasi saya ke dalam bahasa Inggris (nekat benar
saya waktu itu).
Dari peserta nomor urut 1 (satu) hingga 10
(sepuluh), tidak ada satu pun peserta yang mempresentasikan karya
tulisnya dengan menggunakan bahasa Inggris. Saya pun semakin semangat
dan benar-benar yakin untuk mempresentasikan karya tulis saya dengan
menggunakan bahasa Inggris, walaupun semakin mendekati giliran maju,
saya juga sempat ragu dan tidak mau presentasi dengan menggunakan bahasa
Inggris karena benar-benar persiapan kurang dan translate dadakan.
Namun rasa nekat saya dan keinginan untuk menang di kompetisi ini yang
mengalahkan itu semua.
Akhirnya tibalah giliran saya untuk
presentasi. Awal presentasi, jujur saya sangat grogi dan tidak percaya
diri, apalagi saat melihat wajah ketiga juri, terutama Pak Aditya
Wardhono yang kemampuan bahasa Inggrisnya benar-benar tidak diragukan
lagi dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan benar-benar luar biasa.
Semua peserta mengatakan hal yang sama bahwa pertanyaan-pertanyaan Pak
Aditya Wardhono benar-benar luar biasa dan cukup menyulitkan kita semua
untuk menjawabnya. Tapi alhamdulillah saya cukup lancar menjawab
pertanyaan ketiga juri saat itu.
Saya pun berjalan pulang menuju kosan setelah lomba ditutup. Dalam perjalanan menuju kosan, saya tiba-tiba mengingat kembali kompetisi yang baru saja ikuti. Ada beberapa point yang saya ambil dari kompetisi tersebut yaitu:
1. Keberanian dan kenekatan saya untuk mempresentasikan karya tulis saya menggunakan bahasa Inggris. Namun keberanian dan kenekatan saya itu juga didasari dengan kemampuan bahasa Inggris saya yang lumayanlah sehingga saya percaya diri untuk mempresentasikan karya tulis saya dengan menggunakan bahasa Inggris. Jadi memang kepercayaan diri akan kemampuan yang kita miliki juga penting untuk membuat kita jauh lebih baik lagi.
2. Kemampuan untuk membaca peluang di suatu kondisi. Seperti yang saya alami di kompetisi ini, saya memanfaatkan peluang untuk mempresentasikan karya tulis dengan menggunakan bahasa Inggris karena tidak ada peserta lainnya yang presentasi dengan menggunakan bahasa Inggris. Peluang ini memungkinkan saya tampil berbeda dengan peserta lainnya, yang mungkin juga dapat meningkatkan point saya di kompetisi ini.
Satu
minggu berikutnya saya mendapat telepon dari Bu Endang (Kabag
Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi Universitas Jember) saat saya kursus
TOEFL di Pusat Bahasa Universitas Jember. Beliau mengabarkan bahwa saya
menjadi Juara 2 Mahasiswa Berprestasi Fakultas Ekonomi Universitas
Jember 2011. Saya senang sekali saat mendengar kabar tersebut karena
perjuangan saya menulis karya tulis ilmiah dan kenekatan saya untuk
presentasi karya tulis dengan menggunakan bahasa Inggris akhirnya
membuahkan hasil.
1. Muhammad Alwi (S1-Akuntansi), IPK = 3,85
2. Bambang Sutrisno (S1-Manajemen), IPK = 3,67
3. Ririn Wulan P. (S1- IESP), IPK = 3,92
Dari kompetisi ini, saya akhirnya bisa membayar uang sewa kosan saya selama 3 bulan (lumayan bisa meringankan beban orang tua) dan membeli buku Psikotes di Gramedia.Jember. Akhirnya saya pun bisa mewujudkan salah satu keinginan saya agar sebelum lulus, nama saya pernah dipajang di spanduk yang diletakkan di kampus saya sendiri.
Demikian sharing pengalaman yang bisa saya bagikan kepada para pembaca.
Semoga pengalaman saya ini bisa bermanfaat untuk kita semua.
Salam blogger.
