Selasa, 30 April 2013

Mengenal Circular Reference dalam Microsoft Excel

Circular reference atau Referensi yang berputar adalah kesalahan umum yang sering dialami. Dalam bahasa sederhana, circular reference ini seperti mencari siapa yang terlebih dahulu ada, ayam atau telur ayam? Semua saling terkait satu sama lain.


Misal, sebuah cell D2=A2+B2, sementara C2=A2+B2. Sebuah circular reference akan terjadi jika ternyata B2=D2+C2. Sebuah circular reference juga terjadi jika sebuah cell me-refer terhadap dirinya sendiri, misalnya C10=sum(C1:C10). Solusi terhadap permasalahan ini adalah review kembali rumusan dalam fungsi, jangan sampai cell – cell dalam worksheet saling me-refer. Ada tool Microsoft Excel yang sangat berguna untuk melakukan pengecekan ini yaitu formula auditing.


Dengan formula auditing, bisa dilihat sebuah cell me-refer ke cell mana, dan cell mana yang menyebabkan terjadinya kesalahan dapat diketahui dengan mudah. Gunakan Tool Trace Precedents dan Trace Dependents untuk menunjukkan cell yag saling me-refer. Untuk menghapus hasil trace precedents dan trace dependents gunakan Remove Arrows.

Minggu, 31 Maret 2013

Keberanian Mengambil Risiko

"Semua mimpi kita dapat menjadi
kenyataan, jika kita punya keberanian
untuk mewujudkannya" - Walt Disney
Dear Sahabat Blogger yang pemberani,
Banyak orang yang ingin sukses, tapi
hanya sedikit yang berani mengambil
risiko.
Larry Osborne pernah mengatakan
bahwa, "Hal paling mencengangkan dari
para pemimpin yang paling efektif
adalah betapa sedikitnya persamaan
dalam diri mereka. Tetapi ada satu
sifat menonjol yang mudah dikenali
yaitu kesediaan mereka menempuh
risiko."
Rasa takut akan membatasi seseorang.
"Hasrat untuk merasa aman menghambat
setiap usaha yang besar dan mulia,
sedangkan keberanian memberi pengaruh
sebaliknya," demikian kata Tacitus,
sejarahwan Romawi.
Keberanian akan membuka pintu pada
hal yang paling bermanfaat.
Keberanian bukan saja memberikan
permulaan yang baik, tetapi juga masa
depan yang lebih baik.
Ironisnya, tidak semua orang memiliki
keberanian untuk mengambil risiko.
Orang yang memiliki keberanian
sebenarnya juga mengalami ketakutan
yang sama besarnya dalam hidup
mereka. Satu-satunya perbedaan adalah
orang yang berani tidak memberi
peluang untuk mengkhawatirkan hal-hal
yang remeh.
Eleanor Roosevelt menegaskan, "Anda
mendapatkan kekuatan, keberanian dan
keyakinan dalam setiap pengalaman,
ketika Anda mulai benar-benar
berhenti merasa takut."
Sahabat Blogger, katakanlah pada diri Anda,
"Saya telah berhasil mengatasi
ketakutan ini. Saya pasti mampu
menghadapi ketakutan berikutnya."
Kerjakanlah hal yang Anda sangka
tidak dapat Anda kerjakan dan lakukan
sesuatu yang selama ini Anda takuti
mulai hari ini.


Semoga bermanfaat.
Salam blogger.

Kamis, 28 Februari 2013

FOKUS PADA TUJUAN

"Salah satu alasan begitu sedikit
orang yang meraih apa yang
diinginkannya adalah karena kita
tidak pernah fokus; kita tidak pernah
konsentrasi pada kekuatan kita.
Kebanyakan orang hanya mencoba-coba
berbagai macam jalan dalam hidup
mereka. Mereka tidak pernah
memutuskan untuk menguasai suatu
bidang khusus" -  Tony Robbins
Dear Sahabat Blogger,
Masih ingatkah Anda percobaan
membakar sebuah kertas dengan kaca
pembesar ketika masih sekolah dulu?
Kertas itu terbakar setelah kaca
pembesar berhasil memfokuskan sinar
matahari pada satu titik.
Kita pun demikian!
Manusia sebenarnya diciptakan Tuhan
dengan potensi yang tidak terbatas.
Tapi kenyataannya, sedikit saja orang
yang berusaha mencapainya. Kita
memang dapat melakukan apa saja,
tetapi kita tidak selalu dapat
mengerjakan semua.
Membiarkan orang lain memutuskan
agenda kita dalam hidup ini, membuat
kita tidak  fokus pada tujuan hidup.
Kita mungkin bisa menjadi orang yang
mengerjakan banyak hal, tetapi tidak
dapat menguasai sepenuhnya.
Sebaiknya hindari menjadi orang yang
mampu mengerjakan beberapa pekerjaan,
tetapi fokuslah pada satu keahlian.
Sahabat blogger, bertumbuhlah untuk mencapai
potensi maksimal dengan cara:
   
  Fokus pada satu sasaran utama

      Fokus pada peningkatan yang
       berkesinambungan

      Fokus pada masa depan, bukan
       masa lalu
Fokus pada kekuatanmu dan kembangkan
kekuatan itu. Di sanalah kita harus
mencurahkan waktu, energi dan sumber
daya Anda. Teruslah bertumbuh dan
tingkatkan diri. Dalam kepemimpinan,
jika kita berhenti bertumbuh,
habislah kita.


Semoga bermanfaat.
Salam blogger.

Jumat, 18 Januari 2013

Membaca Peluang di Sebuah Kompetisi


Kali ini saya akan membagikan pengalaman penulis sewaktu mengikuti Mahasiswa Berprestasi Tingkat Fakultas Ekonomi Universitas Jember Tahun 2011.

Motivasi saya mengikuti kompetisi tersebut adalah untuk membawa nama baik jurusan saya sendiri yaitu Manajemen. Selain itu saya juga ingin sekali kalau sebelum lulus kuliah S1, nama saya pernah tertulis di sebuah spanduk yang dipajang di daerah sekitar kampus FE UNEJ. Saya termotivasi pada saat melihat nama 3 besar Mahasiswa Berprestasi Tingkat Fakultas Ekonomi Universitas Jember 2010 yang dipajang di kampus Fakultas Ekonomi. Jadi pada saat melihat 3 nama tersebut, terbersit dalam pikiran saya "Ingin rasanya nama saya masuk dalam 3 besar Mahasiswa Berprestasi Tingkat Fakultas Ekonomi Universitas Jember tahun depan".

Adapun kriteria penilaian dalam kompetisi Mahasiswa Berprestasi ini meliputi:
1. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK);
2. Isi Karya Tulis Ilmiah;
3. Presentasi Karya Tulis Ilmiah dan Sesi Tanya Jawab oleh Juri; dan
4. Kemampuan Berbahasa Inggris.

Judul karya tulis ilmiah saya adalah "Efektivitas PNPM Mandiri dalam Menanggulangi Kemiskinan di Indonesia" dan saya meminta Bu Wiji Utami sebagai dosen pembimbing karya tulis ilmiah saya waktu itu.
Kompetisi yang dilangsungkan pada awal bulan April 2011 ini diikuti oleh 12 peserta: 3 wakil dari Jurusan Akuntansi, 4 wakil dari Jurusan Manajemen, 4 wakil dari Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, dan 1 orang dari D3 Akuntansi. Adapun juri dari kompetisi adalah Pak Aditya Wardhono dari IESP, Bu Isti Fadah dari Manajemen, dan dari Akuntansi diwakili oleh Pak Roziq.

Sebelum kompetisi dimulai, Pak Aditya Wardhono membacakan peraturan dan tata cara presentasi karya tulis ilmiah dan sesi tanya jawab. Presentasi karya tulis ilmiah bisa menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, tetapi untuk sesi tanya jawab seluruh pertanyaan dari ketiga juri akan menggunakan bahasa Inggris dan peserta wajib menjawab pertanyaan tersebut juga dalam bahasa Inggris. Pak Adit mengatakan "If you can present your presentation in English, It will be much better".

Sebelum presentasi dimulai, kedua belas peserta memilih nomor urut untuk mempresentasikan karya tulisnya. Kebetulan saya mendapat nomor urut 11 (sebelas).

Saat kompetisi dimulai dari peserta dengan nomor urut 1 (satu), saya tiba-tiba ingin mempresentasikan karya tulis saya dalam bahasa Inggris karena mengingat kata-kata Pak Aditya Wardhono sebelum kompetisi dimulai. Selain itu saya juga melihat bahwa kesebelas kompetitor saya ini benar-benar mahasiswa yang pintar, memiliki IPK cumlaude, dan memiliki kemampuan komunikasi yang sangat baik. Seingat saya waktu itu, IPK saya tidak masuk lima besar dari kedua belas peserta yang ikut. Saya benar-benar salut dengan kompetitor saya dalam kompetisi ini karena mereka benar-benar mahasiswa yang diandalkan dari setiap jurusan. Kebetulan juga saya sangat kenal sekali dengan mereka dan mengetahui kemampuan mereka.

Sambil menunggu giliran untuk presentasi, saya pun membuka presentasi power point saya dan mencoba untuk menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris karena saya tidak mempersiapkannya sebelumnya. Dengan kemampuan bahasa Inggris yang saya miliki, saya mencoba menerjemahkan presentasi saya ke dalam bahasa Inggris. Saya pun semakin yakin bahwa saya akan mempresentasikan presentasi saya ke dalam bahasa Inggris (nekat benar saya waktu itu).

Dari peserta nomor urut 1 (satu) hingga 10 (sepuluh), tidak ada satu pun peserta yang mempresentasikan karya tulisnya dengan menggunakan bahasa Inggris. Saya pun semakin semangat dan benar-benar yakin untuk mempresentasikan karya tulis saya dengan menggunakan bahasa Inggris, walaupun semakin mendekati giliran maju, saya juga sempat ragu dan tidak mau presentasi dengan menggunakan bahasa Inggris karena benar-benar persiapan kurang dan translate dadakan. Namun rasa nekat saya dan keinginan untuk menang di kompetisi ini yang mengalahkan itu semua.

Akhirnya tibalah giliran saya untuk presentasi. Awal presentasi, jujur saya sangat grogi dan tidak percaya diri, apalagi saat melihat wajah ketiga juri, terutama Pak Aditya Wardhono yang kemampuan bahasa Inggrisnya benar-benar tidak diragukan lagi dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan benar-benar luar biasa. Semua peserta mengatakan hal yang sama bahwa pertanyaan-pertanyaan Pak Aditya Wardhono benar-benar luar biasa dan cukup menyulitkan kita semua untuk menjawabnya. Tapi alhamdulillah saya cukup lancar menjawab pertanyaan ketiga juri saat itu.

Setelah kedua belas peserta tampil, akhirnya kompetisi pun ditutup. Hasil pemenang Juara 1 hingga 3 akan diumumkan satu minggu setelah lomba berlangsung.

Saya pun berjalan pulang menuju kosan setelah lomba ditutup. Dalam perjalanan menuju kosan, saya tiba-tiba mengingat kembali kompetisi yang baru saja ikuti. Ada beberapa point yang saya ambil dari kompetisi tersebut yaitu:
1. Keberanian dan kenekatan saya untuk mempresentasikan karya tulis saya menggunakan bahasa Inggris. Namun keberanian dan kenekatan saya itu juga didasari dengan kemampuan bahasa Inggris saya yang lumayanlah sehingga saya percaya diri untuk mempresentasikan karya tulis saya dengan menggunakan bahasa Inggris. Jadi memang kepercayaan diri akan kemampuan yang kita miliki juga penting untuk membuat kita jauh lebih baik lagi.
2. Kemampuan untuk membaca peluang di suatu kondisi. Seperti yang saya alami di kompetisi ini, saya memanfaatkan peluang untuk mempresentasikan karya tulis dengan menggunakan bahasa Inggris karena tidak ada peserta lainnya yang presentasi dengan menggunakan bahasa Inggris. Peluang ini memungkinkan saya tampil berbeda dengan peserta lainnya, yang mungkin juga dapat meningkatkan point saya di kompetisi ini.

Satu minggu berikutnya saya mendapat telepon dari Bu Endang (Kabag Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi Universitas Jember) saat saya kursus TOEFL di Pusat Bahasa Universitas Jember. Beliau mengabarkan bahwa saya menjadi Juara 2 Mahasiswa Berprestasi Fakultas Ekonomi Universitas Jember 2011. Saya senang sekali saat mendengar kabar tersebut karena perjuangan saya menulis karya tulis ilmiah dan kenekatan saya untuk presentasi karya tulis dengan menggunakan bahasa Inggris akhirnya membuahkan hasil.

Adapun daftar nama 3 besar Pemenang Mahasiswa Berprestasi Tingkat Fakultas Ekonomi Universitas Jember Tahun 2011 adalah sebagai berikut:
1. Muhammad Alwi (S1-Akuntansi), IPK = 3,85
2. Bambang Sutrisno (S1-Manajemen), IPK = 3,67
3. Ririn Wulan P. (S1- IESP), IPK = 3,92

Dari kompetisi ini, saya akhirnya bisa membayar uang sewa kosan saya selama 3 bulan (lumayan bisa meringankan beban orang tua) dan membeli buku Psikotes di Gramedia.Jember. Akhirnya saya pun bisa mewujudkan salah satu keinginan saya agar sebelum lulus, nama saya pernah dipajang di spanduk yang diletakkan di kampus saya sendiri.

Demikian sharing pengalaman yang bisa saya bagikan kepada para pembaca.
Semoga pengalaman saya ini bisa bermanfaat untuk kita semua.

Salam blogger.